NIRMANA 1 – NIRMANA DWI MATRA

10 Nov

NIRMANA 1

Garis Ekspresif

Garis Geometris

Titik

Warna

Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tata rupa.
Metode tatavisual dalam seni rupa meliputi : irama, kesatuan, dominasi, keseimbangan, proporsi, kesederhanaan. Hasil akhirnya adalah karya seni/desain yang artistic (bernilai seni) dalam bentuk dwimatra ataupun trimatra.
Dalam membentuk karya seni/desain maka dibutuhkan bahan-bahan seperti bentuk, raut, ukuran, arah, warna, value/tone/nada, tekstur/barik, ruang, dan lain-lain.
Apabila bahan-bahan sudah dimiliki, kebutuhan selanjutnya dalam menciptakan karya seni rupa diperlukan alat-alat menata rupa, yaitu “tangga rupa”, yang berupa interval-interval tangga unsur-unsur rupa; raut, ukuran, arah, warna, value, tekstur, ruang/kedudukan, dan lain-lain. Interval tangga adalah tingkatan, gradasi, atau tone.
Agar diperoleh karya seni yang indah/artistic diperlukan metode-metode, di antaranya adalah keselarasan/ irama, daya tarik/dominasi, keseimbangan, kesatuan/unity, keserasian/proporsi, dan lain-lain. Jika metode ini digunakan dengan baik dan tepat, maka setidaknya karya seni yang dicipta memiliki nilai keindahan.
Namun perlu dipahami bahwa karya seni tumbuh dari rasa dan dipengaruhi oleh kepekaan dan visi seni si pencipta. Dengan demikian, hasil karya setiap orang akan berbeda-beda sekalipun metodenya sama. Ada yang kurang bernilai seni dan nada yang bernilai seni tinggi.

PRINSIP DAN UNSUR DESAIN
Dasar-dasar seni dan desain di samping mempelajari metode menata/menyusun rupa/visual untuk memperoleh keindahan, juga mempelajari bahasa rupa. Unsur-unsur garis, bidang, gempal, warna, value, tekstur dan sebagainya memiliki karakter sendiri-sendiri yang merupakan bahasa rupa/visual. Bahasa rupa ini sangat penting dalam penciptaan karya seni/desain, karena dengan landasan bahasa rupa ini si pencipta dapat menyampaikan pesan sesuai dengan misi yang diinginkan. Oleh karena bahasa rupa ini bersifat universal, maka dengan disertakannya bahasa rupa ini, siapa pun yang melihat karya seni tersebut dapat mengerti maksudnya. (Sadjiman,2009:9-10)

Unsur-unsur desain menurut Sajiman (2009) hampir sama dengan elemen–elemen seni rupa dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian berdasarkan bentuknya, yaitu :
• Titik, titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.
• Garis, garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
• Bidang, bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.
• Gempal, gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.
• Penyusunan merupakan suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang baik.

PRINSIP-PRINSIP DESAIN DAN PERANCANGAN NIRMANA

Prinsip – Prinsip Dasar :
• Kesatuan (Unity)
• Keseimbangan (Balance)
• Proporsi (Proportion)
• Irama (Rhythm)
• Dominasi (Domination)
• Kejelasan (Clarity)
• Kesederhanaan (Simplicity)
• Emphasis (Point of Interest)

BENTUK
Benda apa saja di alam ini, juga karya seni/desain, tentu mempunyai bentuk (form). Bentuk apa saja yang ada di alam dapat disederhanakan menjadi titik, garis, bidang, gempal. Kerikil, pasir, kelereng, dan semacamnya yang relatif kecil dan “tidak berdimensi” dapat dikategorikan sebagai titik. Kawat, tali, galah, dan semacamnya yang hanya berdimensi memanjang, dapat disederhanakan menjadi garis. Selembar kertas, karton, papan triplek, dan semacamnya yang memiliki dimensi panjang dan lebar dapat disederhanakan sebagai bidang. Kotak, tangki minyak, rumah, dan semacamnya yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, dapat disederhanakan menjadi gempal/volume.

RAUT
Raut adalah ciri khas suatu bentuk. Bentuk apa saja di alam ini tentu memiliki raut yang merupakan ciri khas dari bentuk tersebut. Bentuk titik, garis, bidang, dan gempal, masing-masing memliki raut. Raut merupakan ciri khas untuk membedakan masing-masing bentuk dari titik, garis, bidang, gempal tersebut.

TITIK
Bentuk berupa Titik
Sebuah bentuk disebut titik karena ukurannya kecil. Sudah barang tentu kecil itu nisbi. Bentuk akan tampak besar jika terletak dalam bingkai acuan yang kecil, dan akan tampak kecil jika ditempatkan dalam bingkai acuan yang besar
Raut titik yang paling umum ialah sebuah bundaran yan sederhana, mampat, tak bersudut, dan tanpa arah. Titik dapat juga beraut bujur sangkar, segitiga, lonjong, atau bahkan agak rincu .
Jadi, ciri utama sebuah titik ialah :
(a) ukurannya kecil, dan
(b) rautnya sederhana
(Wucius, 1986:5-7)
Raut Titik
Raut titik atau ciri khas titik tergantung alat penyentuh yang digunakan, atau tergantung bentuk benda yang dibayangkan sebagai titik. Paling umum adalah bahwa titik rautnya bundar sederhana tanpa arah dan tanpa dimensi. Tetapi bisa saja bahwa raut titik berbetuk segitiga, bujur sangkar, elips, atau bahkan berbentuk menyerupai pohon, rumah, alat musik, atau yang lain, asal bentuk-bentuk tersebut hasil dari sentuhan atau cap-capan suatu alat.
Titik ada juga yang menyebutnya spot. Hasil dari cipratan, tetesan, semprotan, cap-capan, tutulan, dan lain adalah spot. Sama seperti titik, bentuk segitiga, segiempat, pohon, rumah, mobil, dan sebagainya disebut spot asal hasil dari sentuhan ataupun cap-capan. (Sadjiman,2009:94-95)

Menyusun Titik
Karya seni/desain dapat dihasilkan dengan teknik titik-titik. Dalam mengatur titik pada suatu permukaan kita bisa bebas menentukan jumlah titik dan alat penyentuhnya. Tujuan yang diharapkan adalah efek dari percampuran titik-titik tersebut yang akan menghasilkan warna tertentu. Hasil yang diperoleh akan sesuai dengan hasil cetak raster tersebut, walau tidak sesempurna seperti hasil titik-titik raster cetak, karena titik yang dibuat tidak sekecil dan seteratur seperti raster cetak. (Sadjiman, 2009:95)

Contoh karya nirmana berupa titik (titik dibentuk dengan menggunakan alat bantu) :

Karya : Ari Priyono

Karya : Andi Prabowo

Karya : Annie Christi P A

Karya : M Bagja

BIDANG
Bentuk Berupa Bidang
Bidang dapat diartikan sebagai bentuk yang menempati ruang, dan bentuk bidang sebagai ruangnya sendiri disebut ruang dwimatra.
Bidang yang menempati ruang dapat berbentuk dasar sejajar dengan tafril yang memiliki panjang dan lebar, atau dapat berebntuk maya, yaitu bidang yang seolah-olah melengkung, atau bentuk bidang yang seolah-olah membuat sedut dengan tafril sehingga seperti memiliki kedalaman.
Bidang sebagai ruang adalah ruang dwimatra dan merupakan tempat dimana objek-objek berada (exist). Wujudnya dapat berupa triplek, kertas, karton, seng, papan tulis, kanvas, danlain-lain semacamnya. Semua benda itu walaupun memiliki ketebalan, tetapi ukurannya relatif tipis, sehingga dianggap tidak memiliki ketebalan, dan oleh karena itu, hanya berdimensi panjang dan lebar. Bidang sebagai ruang bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah ruang yang terisi objek, sedang ruang negatif adalah ruang yang kosong tanpa objek.
Bidang sebagai bentuk yang mengisi ruang, ciri khasnya dibedakan berdasarkan rautnya. (Sadjiman,2009:117-118)

Raut Bidang
Macam-macam bentuk bidang meliputi bidang geometri dan non-geometri. Bidang geometri adalah bidang teratur yang dibuat secara matematika, sedangkan bidang non geometri adalah bidang yang dibuat secara bebas. Raut bidang geometri atau bidang yang dibuat secara matematika, meliputi segitiga, segiempat, segilima, segienam, segidelapan, lingkaran, dan sebagainya. (Sadjiman,2009:118-119).

Contoh karya nirmana berupa Bidang Geomatris (bidang dibentuk dengan menggunakan alat bantu) :

Karya : Andi Prabowo

Karya : Dayna Disa N U

Karya : M Bagja

Karya : Farida Khairani W

Karya : Andi Prabowo

Karya : Anita Puput

SISI KOMPLEKS NIRMANA
Komposisi Kompleks dengan Berbagai Unsur Perancangan

Berbagai unsur dapat disusun dengan berjajar, berjauhan, berdekatan, bersinggungan, bertumpukan, transparan, bertusukan, dan lain-lain. Bentuk susunan berjauhan antara berbagai unsur bias berkesan tidak ada kesatuan dan susunan yang saling berdekatan memiliki kesan menyatu. Susunan bersinggungan terasa menyatu tetapi berkesan keras atau ada kles. Susunan bertumpukan lebih mengesankan keruangan. Susunan transparan berkesan terdapat ruang terbuat dari kaca. Susunan bertusukan berkesan keruangan dan membentuk komposisi baru. (Sadjiman,2009:131).

contoh karya Nirmana berupa Komposisi Kompleks dengan berbagai unsur perancangan :

Karya : Adi Nugroho S

Karya : Farida Khairani

WARNA
Ketika mendapatkan cahaya, bnetuk/benda apa saja termasuk sebuah karya seni/desain tentu akan mendapatkan warna. Tanpa cahaya, warna tidak aka nada. Seperti halnya suara, warna merupakan fenomena getaran/gelombang, dalam hal ini gelombang cahaya. Warna merupakan getaran/gelombang yang diterima indra penglihatan, sedangkan bunyi merupakan getaran/gelombang yang diterima indra pendenganran. Warna warni adalah sama dengan not-not music atau tangga nada suara.
Warna dapat didefinisikan secara objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/psikologi sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. Secara objektif atau fisik, warna dapat diperikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pacaran energy yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.

Percampuran warna bahan (Pigmen)
Warna pokok bahan erdiri dari sian (cyan), magenta, dan kuning (yellow), atau disebut CMY. Dengan cara mencampur warna-warna pokok ini dalam berbagai kemungkinan kombinasi, kita dapat memperoleh warna-warna lain di luar ketiganya. Berbagai kombinasi itu di antaranya ialah sebagai berkut :
Pigmen kuning dicampur dengan sian menghasilkan hijau.
Pigmen magenta dicampur dengan pigmen kuning menghasilkan jingga merah (orange).
Pigmen sian dicampur dengan magenta menghasilkan ungu bitu (vilet).
Pigmen kuning dicampur magenta dicampur sian menghasilkan warna gelap/hitam. Hitam artinya tidak ada spectrum cahaya, karena hitam bukan spektrum cahaya.
Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campurkan warna dari hasil percampuran-percampuran warna-warna pokok bahan tersebut di atas untuk memperoleh warna-warna baru. Percampuran warna bahan sifatnya tidak sempurna. Warna-warna tersebut sesungguhnya tidak bercampur, tetapi pigmenya hanya berdampingan. Warna bahan tidak secemerlang warna cahaya. Ini terjadi karena sifat pigmen yang selalu mengandung unsur kotor kandungan warna lain sehingga mempengaruhi tampilannya. Oleh karena itu, di dalam computer system pewarnaan dengan pigmen itu selalu dirumuskan dengan formulasi CMYK. Unsur K berarti kadar atau prosentase warna hitam/gelap, karena setiap warna selalu mengandung unsur warna gelap. Sistem pewarnaan dengan pigmen CMYK disebut pula sebagai subtractive color system.
Sistem CMYK merupakan cara penampilan warna dengan penggabungan emulsi kimia. System kerjanya mendasarkan kemampuan mata dalam menangkap persepsi warna dengan penggabungan pigmen san, magenta, kuning, dan hitam yang disebut sebagai warna primer system CMYK.
Sistem CMYK ini digunakan untuk proses cetak mencetak dengan media kertas, plastic, atau kain. Warna bahan (pigmen) yang memiliki warna lengkap adalah tinta cetak, baik, cetak offset maupun tinta printer computer. Tinta cetak memiliki warna sian, magenta, dan kuning yang sesungguhnya. Jika kita melihat hasil cetakan foto atau gambar-gambar pemandangan, hal itu sebenarnya hanyalah perpaduan tiga warna pokok (sian, magenta, kuning, atau CMY) ditambah satu warna gelap (K). maka pada setiap hasil cetakan selalu mencantumkan contoh warna CMYK yang digunakan di bagian tepi hasil cetakannya.
Pada komputer digunakan pula warna dengan model CMYK tersebut. Dengan demikian jika kita merancang sesuatu (desain) dengan computer yang nantinya akan dicetak, sebaiknya menggunakan warna-warna dengan model CMYK tersebut agar hasil cetakannya tepat.
Pada tube cat air, cat poster, cat minyak, warna sian dan magenta sulit didapat, maka sian bias menggunakan cerulean ble atau cobalt blue, magenta bisa menggunakan carmine, dan kuning bias menggunakan lemon yellow.
Pengetahuan sistem CMYK ini dapat digunakan dalam bidang fotografi dan cetak grafika yang akan membantu memahami penggunaan warna secara lebih optimal dalam pemotretan dan produksi grafika. (Sadjiman, 2009:18-19)

(Sadjiman, 2009:20)

Contoh Karya Nirmana berupa Warna :

Karya : Andi Prabowo

Karya : Andi Prabowo

Karya : Rizky Nanda

Karya : Rizky Nanda

TEKSTUR
Setiap bentuk atau benda apa saja di alam ini termasuk karya seni mesti memiliki permukaan atau raut. Setiap permukaan atau raut tentu memiliki nilai atau ciri khas. Nilai atau ciri khas permukaan tersebut dapat kasar, halus, polos, bermotif/bercorak, mengkilat, buram, licin, keras, lunak, dan sebagainya. Itulah tekstur atau ada yang menyebut barik. Dengan demikian, tekstur adalah nilai atau ciri khas suatu permukaan atau raut.
Dengan demikian, tekstur adalah nilai atau ciri khas suatu permukaan atau raut.
Pada umumnya orang menyebut tekstur itu dihubungkan dengan sifat permukaan yang kasar. Padahal sesungguhnya permukaan yang halus pun merupakan tekstur dimana nilai, sifat,atau ciri khas permukaan kasar-halus, kasap-licinm keras-lunak, bermotif-polos, cemerlang-suram, dan lain-lain semuanya adalah tekstur.
Dari berbagai tekstur tersebut ada yang bersfat teraba, disebut tekstur raba. Ada yang bersifat visual disebut tekstur lihat. Tekstur raba adalah tekstur yang dapat dirasakan lewat indra peraba (ujung jari). Tekstur raba ini sifatnya nyata, artinya dilihat tampak kasar, diraba pun nyata kasar. Ujung jari tidak dapat ditipu. Termasuk tekstur raba adalah tekstur kasar-halus, licin-kasar, dan keras-lunak.
Tekstur lihat adalah tekstur yang dirasakan lewat panca indra penglihatan. Tekstur lihat ini lebih bersifat semu. Artinya tekstur yang terlihat kasar jika diraba ternyata bisa halus. Jadi, mata dapat tertipu. Termasuk tekstur lihat/semua adalah tekstur bermotif, bercorak, atau bergambar. Namun, tekstur lihat dapat pula bersifat nyata di mana dilihat kasar diraba pun kasar.
Dengan demikian, secara sederhana tekstur dapat dikelompokkan ke dalam tekstur kasar nyata, tekstur kasar semu, dan tekstur semu.

Contoh Karya Nirmana berupa Tekstur Manual dan Mekanis :

Karya : Adi Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: